Selasa, 08 Januari 2013

Halaman Daerah RM, meliputi Kecamatan Lubuk Pinang, Penarik, Kota Mukomuko, Pondok Suguh, Ipuh, Air Rami dan Lainnya...

Soal Plasma, Warga Minta Kepastian
LUBUK PINANG – Sejumlah warga Desa Lubuk Pinang, merasa bahwa perpecahan secara diam-diam ditubuh masyarakat Lubuk Pinang saat ini, diakibatkan adanya pro dan kontra pasal rencana pembentukan kebun plasma. Yang mana, dari pengakuan warga yang menyatakan tidak setuju dalam pembentukan kebun plasma tersebut merasa tengah diadu domba oleh pihak perusahaan yang berencana akan mengelola plasma tersebut.
Salah satunya diakui Zahari Johan, tokoh masyarakat sekaligus mantan Kades Lubuk Pinang. Tidak setujunya dibentuk kebun plasma berdasarkan alasan yang kuat.
‘’Bukan tidak setuju, kalau memang pembentukan kebun plasma itu kebunnya jelas silahkan saja. Tidak mungkin kami membiarkan kebun dibentuk untuk plasma sementara sudah ada warga yang menggarap,’’ kata Zahari Johan.
Upaya yang saat dilakukan pihaknya selain telah melaporkan hal tersebut dnegan pihak Pemerintah Pusat (PP), Zahari dan sejumlah warga berniat akan menutup jalan menuju ke lokasi plasma bagi pihak perusahaan yang akan membentuk kebun plasma tersebut. Pembentukan kebun plasma bahkan diduga hanya dijadikan kedok bagi pihak perusahaan yang saat ini tengah mengelola kayu. Yang kabarnya kayu diambil dari lokasi kebun plasma seluas 300 hektare (Ha).
‘’Dari pantauan kami, di lokasi kebun plasma sudah tidak ada lagi kayu yang memiliki kualitas ekspor. Sementara kalau kita lihat saat ini, kayu yang didapat pihak perusahaan jenisnya ekspor semua. Jadi kami menduga kalau ini hanya kedok saja,’’ kata Zahari.
Hal serupa diakui Ramadhan pemuda Lubuk Pinang Lainnya. Ia menilai, jika memberikan tanah ulayat adat kepada pihak perusahaan untuk dijadikan kebun plasma sama halnya dengan merebut hak masyarakat Lubuk Pinang. Yang mestinya menjadi hak masyarakat bukan hak pihak perusahaan.
‘’Sampai kapanpun saya tidak setuju tanah adat itu dijadikan kebun plasma. Selama ini kami tidak ingin berbuat banyak, karena saya merasa banyak saudara saya yang akan tersakiti. Karena diantara warga Desa Lubuk Pinang ini, ada yang suka dan ada yang tidaksuka, kalau kami keras ini pasti akan membuat panas suasana,’’ ulas Ramadhan.
Besar harapan Ramadhan agar pembentukan kebun plasma yang dijanjikan oleh pihak perusahaan tersebut dapat dikaji ulang oleh pemerintah daerah. Dan dapat dipertimbangkan alasan yang selama ini telah di tolah oleh sejumlah pihak. Karena apabila hal ini dibiarkan berlama-lama, dikhawatirkan akan mencuat masalah baru.
‘’Saya berharap ini dapat diselesaikan secepatnya, supaya semua kalangan aman,’’ pungkasnya.(ceo)

BPD Pertanyakan Surat Penyataan Kades
// Amrul : Masa Jabatan Sudah Berakhir
PONDOK SUGUH – Masa jabatan Kades Air Bikuk Muslawati yang masa jabatannya berakhir Mei 2013 mendatang. Namun, hingga kemarin Surat surat penyataan dari kades tersebut belum sama sekali disampaikan, dengan Ketua BPD Air Bikuk. Sementara mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 72 tahun 2005 Tentang Desa, Bagian Keempat Pemilihan Kades terdapat pada Pasal 43 ayat 1, BPD memberitahukan kepada Kepala Desa (Kades) mengenai akan berakhirnya masa jabatan kepala desa secara tertulis 6 (enam) bulan sebelum berakhir masa jabatan. Dan ayat 2, BPD memproses pemilihan kepala desa, paling lama 4 (empat) bulan sebelum berakhirnya masa jabatan kepala desa. Sementara hal tersebut sama sekali diterima Ketua BPD Air Bikuk, Amrul. Ia mengatakan, masa jabatan memang akan berakhir. Dan dari BPD sendiri saat ini belum mengetahui secara persis. Apakah kades bersangkutan masih ingin ikut bursa pilkades atau tidak.
‘’Kita dari BPD belum ada menerima surat penyataan berupa kalau kades tidak mau ikut lagi dalam pencalonan sebagai kades. Dan Surat pengunduran diri sebagai kades jika ingin mencalonkan lagi sebagai kades. Sementara bulan Mei kita sudah menggelar pemilihan,’’ kata Amrul.
Semestinya, kata Amrul Seurat penyataan tidak mau ikut pilkades atau pun pengunduran diri tersebut sudah dilayangkan dengan BPD. Sehingga bisa ditindaklanjuti BPD, untuk disampaikan ke Pemerintah Kecamatan Pondok Suguh. Selain itu, dengan adanya penyampaian secara tertulis surat tersebut, dari BPD sendiri juga akan membentuk panitia pemilihan kades.
‘’Panitianya akan kami bentuk, jika surat dari kades sudah kami terima. Kalau belum diterima bagiaman mau dibentuk. Jiak memang dalam satu dua hari ini surat itu masuk maka keesokan harinya akan kami bentuk panitia pemilihan kades itu,’’ jelas Amrul.
Terpisah, Sekcam Pondok Suguh Abdul Hadi, S.Sos mengakui, jika masa jabatan kades Air bikuk sudah berakhir, dan akan menggelar pesta rakyat bulan Mei mendatang. Hanya saja, surat keterangan dari kades, apakah dia akan ikut bursa pemilihan dan tidak ikut. Dalam bursa belum ada diterima, pihak Kecamatan Pondok Suguh. Sementara dari Pemerintah Kecamatan Pondok Suguh, sudah melayangkan surat pemberitahun kepada kades bersangkutan atas masa jabatan yang akan segera berkahir tersebut. Hal ini juga, berdasarkan, Surat BPMPD tertanggal 31 Januari 2012 tentang pemberitahuan masa jabatan kades. Nomor 339/44/E.2/2012.
‘’Kalau penyampaian dari kades secara lisan sudah ada dengan pemerintah kecamatan. Kalau dia (Muslawati,red) tidak ingin lagi mencalonkan diri menjadi kades. Tapi, secara tertulis dan resmi itu belum ada kami terima. Dan dari sini kiranya kades bisa membuat surat tersebut, agar pembentukan panitia bisa dilakukan BPD,’’ demikian Abdul Hadi.(awo) 

Kaki Alisman Terancam Diamputasi
SELAGAN RAYA – Kepala puskesmas Selagan Raya, M Yakin, SKM menyatakan ada jalan bagi Alisman, warga Desa Sungai Ipuh 2, yang telapak kakinya membusuk. Walau pemeriksaan medis belum dilakukan guna memutuskan tindakan apa yang bakal dilakukan untuk menyembuhkan Alisman, namun ia memiliki dugaan. Menurutnya tidak menutup kemungkinan dokter yang menangani Alisman akan melakukan amputasi untuk kakinya. Sebab melihat kondisi kakinya yang pembusukannya sudah meluas.
‘’Pemeriksaan medis belum dilakukan. Tapi jika kita melihat pembusukan kakinya, mungkin dokter akan melakukan tindakan amputasi. Ini untuk menolongnya agar pembusukan tidak meluas ke bagian tubuh lainnya,’’ kata M Yakin.
Tindakan amputasi akan dilakukan berdasarkan keputusan dokter. Amputasi akan dilakukan agar pembusukan tidak menyebar ke tubuh lainnya. Namun demikian, masih mungkin ada cara lain agar kaki Alisman tidak diamputasi. Dokter yang akan memutuskan.
‘’Kalau pun amputasi, itu dilakukan agar pembusukan tidak menjalar ke bagian tubuh lainnya. Dokter yang akan memutuskan. Bisa saja masih ada jalan lain agar kaki Alisman tidak diamputasi,’’ ujar Yakin.
M Yakin menyanggupi dapat memfasilitasi Alisman untuk mendapatkan pengobatan kakinya. Puskesmas siap merujuk Alisman ke rumah sakit lain.
‘’Saya akan fasilitasi agar mendapatkan penanganan medis dan pengobatan lebih baik. Kita peduli dengan kondisinya,’’ ungkap Yakin.
Ketua Karang Taruna Desa Sungai Ipuh 2, Suheri, bahkan telah menyampaikan kondisi yang dialami Alisman ke Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmgrasi (Dinsosnakertrans). Menurutnya dinsos sangat lamban dalam menyikapi masalah ini. Untuk turun meninjau kondisi Alisman, dinsos tidak perlu menunggu surat dari des.
‘’Untuk peduli dengan seseorang, untuk membantunya dinsos tidak harus menunggu surat keterangan dari desa. Saya kira mereka sangat lambat. Tidak respon dengan masalah yang terjadi,’’ kritik Suheri.(****)

Berniat Jebak Pencuri,  MegaPro Raib
//Aksi Curanmor
PERISTIWA – Satu unit motor Honda MegaPro milik Abdullah, warga Desa Talang Petai Kecamayan V Koto yang tengah terparkir di teras rumahnya nyap (menghilang red). Diduga motor korban dibawa kabur musang ranmor saat ia tengah lelap tidur di rumahnya. Kejadiannya pada Kamis (3/1) lalu sekitar pukul 23.45 WIB.  Menurut korban ia sengaja tidak mengunci stang motornya karena memang berniat untuk memergoki pencuri yang diketahui kerap meresahkan warga sekitar.
Namun sayang, ternyata pelaku pencurian yang diduga spesialis ranmor ini lebih licah dan berpengalaman daripada korban. Hingga niat ingin memorgi pencuri malah menjadi korban pencurian. Hingga saat ini, motor milik Abdullah belum diketahui titik terangnya.
‘’Rencananya dia (Abdullah, red) mau memergoki pelaku maling yang sering meresahkan warga. Makanya motor sengaja diletakkan di atas teras tanpa mengunci stang motor. Sambil menunggu di dalam rumah, tau-taunya ketiduran, ya jelas dengan mudah pelaku membawa kabur motornya,’’ kata Madri salah seorang paranormal, yang dimintai untuk melacak keberadaan pelaku oleh Abdullah.
Kronologis kejadiannya dituturkan Abdullah, aksi pencurian sudah kerap terjadi di Kecamatan V Koto. Kehilangan kendaraan bermotor saja di tahun 2012, setahunya sudah terjadi sekitar 2 kali. Hal ini membuat Abdullah merasa kesal. Malam Kamis itu Abdullah berencana untuk memancing pelaku, yang berharap dapat menangkap pelaku. Sayangnya, keberuntungan belum berpihak kepada Abdullah, bukannya mendapatkan pelaku, motor kesayangnya harus lenyap diboyong pelaku. Saat terbangun sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, Abdullah baru menyadari jika motornya belum dimasukkan kerumah. Beranjak dari tempat tidur, melihat keatas teras, alangkah terkejutnya Abdulah menyaksikan motornya tidak didapati diatas teras. Setelah membangunkan istri dan anaknya, tidak ada yang mengetahui keberadaan motor. Dan kuat dugaannya, jika ia telah menjadi korban pencurian sepeda motor tersebut.
‘’padahal saya sudah menyiapkan berbagai hal untuk memergoki pelaku, tapi saya malah jadi korbannya,’’ ujarnya.(ceo)

RSUD Targetkan PAD Rp 6 M
METRO – Di tahun 2013 ini, RSUD Mukomuko bakal meningkatkan kualitas pelayanan. Dimana, target pendapatan yang bakal dicapai yakni Rp 6 miliar. Tahun lalu, pendapatan RSUD mencapai Rp 4 miliar. Pencapaian target itu juga dibarengi dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), skill atau kemampuan, pelayanan serta kinerja. Dengan demikian, pihak RSUD menjamin tingkat kepercayaan masyarakat bakal meningkat. Tak hanya itu, upaya lain yang bakal dilakukan yakni dengan menyediakan dokter spesialis serta fasilitas kesehatan. Rencana itu juga merupakan persiapan menempati RSUD baru di jalan Danau Nibung.  
Dirut RSUD Mukomuko, Noviar Zen, Apt, MM mengatakan bahwa pencapain target yang dilakukan mesti didukung semua pihak baik dari RSUD sendiri maupun Pemkab Mukomuko. tujuannya agar tekat peningkatan pelayanan untuk masyarakat dapat terjamin. Dan masyarakat tak perlu harus ke luar daerah jika ingin berobat.
‘’Memang benar, kita setiap tahunnya harus memiliki peningkatan target. Jadi kita bisa tahu, apa saja yang harus ditingkatkan. Evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui setiap kendala di lapangan. Semuanya kami lakukan seiring dengan hampir selesainya pembangunan RSUD baru. Jadi, kita tinggal melakukan penerapan dan penyesuaian di lokasi baru,’’ ungkap Noviar.
Dalam waktu dekat, Noviar juga memiliki rencana untuk melakukan kegiatan fsikotest yang diikuti seluruh pegawai RSUD. Tak tanggung-tanggung, pihaknya juga bakal melibatkan pihak Universitas Indonesia (UI). Selain itu, pegawai juga bakal mengikuti studi banding ke rumah sakit berkualitas.
‘’Selain ISQ, kami juga akan menggelar fsikotest. Semuanya untuk kebaikan pegawai dalam melaksanakan tugas. Dan hasilnya dapat diterapkan bagaimana cara memberikan pelayanan yang optimal itu kepada masyarakat. Kita akan merubah manset untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat dan menjamin pelayanan secara prima,’’ tutup Noviar.(ray)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar